Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Monter Bawah Tanah ( GUA JATIJAJAR )

Monter Bawah Tanah ( GUA JATIJAJAR )

Monter Bawah Tanah ( GUA JATIJAJAR ) - Poindev.site

Atomfrok - Gua Jatijajar terletak di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dijadikan wisata publik pada tanggal 28 Juni 1975. Namun sejak era kolonial, gua ini sudah menjadi tempat berwisata dari berbagai kelas sosial. Hal ini dapat dibaca dalam langit-langit gua yang berisikan nama-nama orang Belanda dan Jawa yang pernah mengunjungi gua yang dulu disebut "Grot bij Idjoe" (Teguh Hindarto, Chusni Ansori, "Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan: Grafiti Gua Jatijajar Sebagai Daya Tarik Wisata Gua", Jurnal Analisa Sosiologi, 2021


Di masa kini, selain sejumlah diorama yang mengisahkan legenda Raden Kamandaka alias lutung kasarung (yang sebenarnya lebih dekat secara historis dengan masyarakat Banyumas) ada juga sebuah patung dinosaurus yang mengalirkan air dari sendang di dalam gua.


Jika membaca penjelasan di Wikipedia terkait alasan pembuatan patung dinosaurus dikarenakan simbolisasi usia batuan dalam gua yang sangat tua seperti dinosaurus. Namun saat saya membaca artikel berjudul, "Karangbolong en De Grot van Idjoe" yang dimuat "De Preanger Bode", 19 Mei1912 (Teguh Hindarto, "Grot Bij Idjo [Goa Dekat Idjo] Alias Gua Jatijajar: Pesona Tempat Pesiar Yang Tidak Pudar"  sebagaimana saya kutip di atas, justru penulisnya memberikan sebuah deskripsi menarik mengenai isi gua di mana diasosiasikan dirinya seolah sedang masuk ke perut sebuah monster bawah tanah (onderaardsche monster). Kita perhatikan petikan deskripsi gua menurut penulis artikel tersebut sbb:


Atomfrok - "Jalur pegunungan yang cukup bagus membawa kami ke atas, dan setelah 10 menit kami memiliki pintu masuk ke gua di depan kami. Mulut menganga lebar dengan gigi raksasanya menatap kami dengan senyum, tapi tanpa rasa takut kami masuk dan - mulut itu tidak menutup. Gigi raksasa di bawah terentang untuk kami duduki, dan yang di atas kami duduk dengan kokoh di lemari besi...


...Memang, stalagmit dan stalaktit (stalagmieten en stalactieten) itu bisa disimpan sebanyak gigi di mulut hewan raksasa


...Di sana-sini sinar matahari masuk melalui lubang dan itu menghilangkan beberapa hal yang menakutkan. Perapian, yang dibawa oleh pemandu, dinyalakan; begitu pula dengan lentera karbida kami (carbidlantarens); sekarang dia berjalan, setahap demi setahap, menuju dunia bawah"


...Mulut lebar menyempit menjadi lubang tenggorokan dan kami turun ke kedalaman...Tapi dengan kesabaran dan kehati-hatian kami melewati leher sempit itu melalui perut besar monster bawah tanah (onderaardsche monster).


....Setelah beberapa waktu, kami tiba di sungai kecil di bawah tanah; di kejauhan kami sudah mendengar gemuruh air yang mengalir deras"


Deskripsinya sama dengan penampakan Gua Jatijajar yang kita lihat saat ini yaitu, "stalagmit dan stalaktit", "lorong menurun", "bawah tanah", "aliran air" atau "sungai dan sendang". Apakah pembuat patung Dinosaurus saat lokasi ini dijadikan kawasan wisata publik (1975) telah membaca koran tersebut atau pernah mendengar keterangan sebelumnya yang menyatakan mamasuki Gua Idjoe atau Gua Jatijajar seolah memasuki perut hewan raksasa? Atomfrok.eu.org


Jika asumsi saya benar maka  pembuatan patung dinosaurus tidak dikaitkan dengan usia batuan gua yang berusia berabad sebagaimana dinosaurus melainkan telah membaca atau setidaknya mendengarkan informasi lisan pada zamannya berdasarkan kesaksian orang yang pernah mengunjungi dan menulis kawasan gua tersebut di era sebelum kemerdekaan.


#flipe.eu.org

#poindev.site

Post a Comment for "Monter Bawah Tanah ( GUA JATIJAJAR )"